Make your own free website on Tripod.com
                                                       
                                       Muqoddimah Surat Al Mujaadalah
 
                                                                           

                                                                         


Juzu' 28 ini mengandung sembilan surat. Yaitu Al-Mujaddalah, AI-Hasyr, AI-Mumtahanah, Ash-Shaff, AI-Jum'ah, AI-Munafiqun dan At-Taghaabun, Ath-Thalaaq dan At- Tahriin. Kesembilannya adalah surat-surat Madaniyah. Oleh karena ketujuhnya Surat-surat yang diturunkan di Madinah sudahlah dapat kita perkirakan bahwa umum isinya ialah masalah-masalah kemasyarakatan Islam, peraturan dan penyempurnaan, perbaikan rumah tangga, kedudukan perempuan, perjuangan menghadapi musuh-musuh, terutama Yahudi dan Musyrikin, penyusunan barisan, peraturan berjuma'ah, bahaya musuh dalam selimut (munafiq) dan sebagainya.

Dalam Surat Al-Mujaadalah kita bertemu, terutama sekali satu peraturan buat menghapuskan adat istiadat buruk di zaman jahiliyah, yaitu maksud menceraikan isteri dengan menyerupakan punggung isteri itu dengan punggung ibu sendiri, lalau ditentukan hukuman kaffarah bagi barang siapa yang melanggar peraturan itu.

Dengan surat Al-Hasyr kita dapat mengetahui bagaimana kaum Yahudi Bani Nadhiir terpaksa di usir dari Madinah dengan kekerasan karena mereka melanggar perjanjian dan bagaimana pula kepalsuan orangorang munafiq yang tadinya berjanji hendak membela mereka, namun setelah nyata orang Yahudi itu berdiri di tempat yang salah dan kalah, pertolongan yang mereka janjikan tidak mereka penuhi.

Dengan Surat Al-Mumtahanah kita mendapat pula yang penting sekali tentang apa yang di zaman sekarang kita namai toleransi, yaitu sikap murah hati dan lapang dada dengan pemeluk agama lain, terutama ahlulkitab yang bernaung di bawah perlindungan masyarakat Islam.

Dalam Surat Ash-Shaff kita diajar bagaimana menyusun barisan menghadapi musuh dan menegakkan jalan Allah agar bersusun bershaf teratur, lantaran susunan batu-batu tembok yang rapi dalam membangunkan rumah yang kokoh. Dan dalam surat itu juga kita mendapati ajaran tentang perniagaan yang selalu beruntung bahkan berlipat ganda untungnya, yaitu berjihad pada jalan Allah. Disamping itu diterangkan pertalian intisari kebenaran di antara tiga orang Nabi, yaitu Nabi Musa yang selalu disakiti oleh kaumnya, Nabi Isa yang mengakui bahwa kedatangannya adalah mengakui Kebenaran Taurat dan memberi khabar gembira dengan bakal datangnya Nabi bernama AHMAD sesudah dia kelak. Di ujung Surat Ash-Shaff itu dibayangkan bahawa sebagian dari Bani isra'il percaya penuh akan ajaran 'Isa dan yang segolongan lagi tidak man menerima.

Surat Al-Jum'at diawali terlebih dahulu dengan menerangkan lsahwa Tuhan mengutus seseorang Rasul di kalangan orang-orang yang aurtmi. Rasul itu dibangkitkan di tengalh mereka sendiri, bukan didatangkan dari tempat lain. Meskipun ummat tadi pada mulanya ummat yang ummi, namun kemudian mereka telah menjadi tunmat yang berpendidikan tinggi dan hikmat clan disucikan jiwa mereka meskipun dahulunya mereka adalah ummat yang nyata-nyata dalam kesesatan. Di surat ini termaktublah perintah mengerjakan sembahyang Jum'at pada hari jum'at, hari yang memang telah Jum'at atamanya sejak dahulu kala, sebelurn peraturan sembahyang Jum'at itu datang.

Dalam Surat Al-Munafiquun diterangkanlah sifat-sifat dari orangorang yang munafiq, yang tidak jujur, yang lain di mulut lain di hati. Dalam surat AI-Taghaabun diberi peringatan agar orang-orang yang beriman berhati-hati dengan anak-anak dan harta benda. Sebab anak, keluarga dan harta benda itu, kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan jadi musuh yang akan menghambat langkah kita menuju Tuhan.

Surat Ath-Thalaq adalah tuntunan dalam hal menceraikan isteri, supaya dalam menceraikan isteri itu jangan berlaku serampangan. Meskipun urusan thalaq ini telah diuraikan juga dalam surat Al-Baqarah, namun df dalam Surat ini diulangi dan dijelaskan, sambil menuntun agar rumah tangga itu didirikan atas dasar taqwa.

Kemudian sekali ialah Surat At-Tahriim. Di ujung Surat ini diberikan tiga buah perbandingan tentang diri kaum perempuan. Diambil jadi perumpamaan ialah isteri Nabi Nuh dan Nabi Luth, yang keduanya aersuami Nabi-Nabi Allah, namun karena mereka tidak taat kepada seruan suami mereka, neraka jugalah yang akan jadi tempat mereka di akherat.

Sedang perumpamaan yang kedua ialah isteri Fir'aun; karena dia beriman kepada Tuhan, meskipun suaminya adalah seorang yang mendurhakai Allah, namun dia tetap dalam Iman, hingga dia selamat dunia akhirat. Adapun perumpamaan ketiga ialah anak gadis suci, perawan yang mulia, Maryam ibu 'Isa Almasih. Benar-benar dia ditumbuhkan Tuhan sejak kecilnya dalam hantaran didikan dan asuhan keagamaan sama sekali, sampai kemudian dia ditunjuk Tuhan untuk jadi menambah keyakinan bagi seluruh isi alam bahwa Allah itu Maha Kuasa buat melahirkan seorang Rasul utama dari perawan suci dengan tidak melalui ketentuan yang selalu berlaku. Yaitu tidak dengan perantaraan Bapa. Maka banyaklah butir hikmah yang dapat kita ambil dari dalam juzu' ke 28 ini.

Sebagaimana telah diterangkan  di atas tadi , surat ini diturunkan di madinah. Namanya terkadang disebut AI -Mujaadalah; artinya terjadi suatu pembantahan. Sebab itu nama ini diambil dari kalimat mashdar jaadala, yujaadilu, mujadaalatan wa jidaalan.

Tetapi terkadang disebut Al-Mujaadilah, artinya ialah perempuan yang membantah. Sebab asal-usul turunnya ayat ialah karena ada seorang perempuan yang datang bertanya kepada Rasulullah saw. lalu jawaban dari Rasulullah itu belum diterimanya dengan puas hati, sampai dia bertanya kembali kepada Rasulullah seakan-akan dia membantah atau membanding perkataan Nabi saw. Di dalam naskah-naskah yang umum dalam mushaf-mushaf lebih banyak saya melihat ditulisAl-Mujaadalah (dengan baris di atas huruf daal) dan hanya sedikit yang menulis Al-mujaadilah (dengan baris dibawah huruf daal). Maka kalau kita turuti bacaan Al-Mujaadalah kepada pertukaran fikiran, atau perdebatan atau bantahan itulah perhatian lebih ditekankan. Tetapi kalau dikatakan Al-mujaadilah, maka kepada diri perempuan yang membantah itulah maksud lebih diarahkan.

Surat ini mengandung 22 ayat dan dia adalah surat yang ke 58 dalam susunan Mushaf 'Ustmani. Diturunkan di madinah.
 


 01   02   03   04   05   06  07  08                                             Back To MainPage       >>>>